Cinta Rupiah : Tragedi
Rupiah Keok 1998
Created by Hennypyk
Apa
kabar dunia ??, Khususnya Indonesia ?, masih ingatkah kalian denganku ?, yahh…,
aku adalah Rupiah mata uang negara Indonesia, sebagai mata aku hanya bisa
memandang dan dipandang, saat tragedi 1998 aku memandang miris dan teriris-iris
melihat pendukungku yang porak porandai dinegeri ini, sampai bersimbah luka dan
darah.
Mereka
menuntut pemerintah agar aku bisa menang melawan Dolar Amerika, setidaknya
tidak jatuh merosot terhadapnya. Aku selalu babak belur melawan Dolar yang
sangat kuat itu, ia begitu kokoh dan sistematis. Rasanya aku putus asa
dipandang seperti ini.
Teruntuk
pendukungku, benarkah kau setia hanya mendukungku ?, tapi entahlah aku sangat
ragu akan hal itu, kau bilang kau mencintaiku tetapi kau simpan dolar di
sakumu, kau bilang aku harus berjuang melawan musuhku tapi kau biarkan
transaksi Dolar dihidupmu.
Kau
buat riuh dan gaduh negeriku wahai Rupeer, yah Rupeer adalah sebutan untuk nama
fans garis kerasku. Saat itu aku melihat dengan pasti kau itu seperti udang
dibalik batu, Rupper melakukan aksi demontrasi hanya untuk
kepentingan-kepentingan pribadi, kriminalitas seperti legal dibumi ini,
penjarahan ditokoh-tokoh seolah kau bilang bentuk kekecewaanmu terhadap
pemimpin negeri yang tak mampu mengatasi masalah ekonomi dan hilangnya wibawaku
sebagai mata uangmu yang tak punya mata hati.
Jika
kau memandangku sebagai mata uang dinegeri permai ini, bisahkah kau memahami
posisiku ?, aku tak ingin mengecewakan Rupeer, tetapi sadarilah aku hanya
sebuah mata yang juga memiliki hati, andai aku punya kaki mungkin aku akan
mendekatimu tanpa kau harus mencari-cari aku, andai aku punya mulut aku akan
bicara kepadamu apa keluh kesahku sebagai mata uangmu.
Rupeer
sejati yang setia padaku, tanpa aku memiliki kaki dan mulut pasti ia tahu
kesukaranku menjadi mata uang negeri ini. Aku sudah teramat paham atas semua yang
terjadi, otak Rupeer terkadang sakit dan tak mampu membeli obat karena aku yang
sukar ia dapat. Ia seolah kebingungan mencariku yang terlipat-lipat lusuh
dikalangan rendahan dan tersimpan mewah dikalangan keparat.
Sampai kapan aku hanya bisa mengeluh
?, aku lelah Rupeer, akhirnya Aparat dinegeri ini mundur dari kursinya, Rupeer
melengserkan jabatannya yang telah lama, berpuluh-puluh tahun lamanya.
Aku hanya berharap kursi itu
digantika dengan Aparat yang mampu mengembalikan wibawaku terhadap Rupeer, hingga
aku tak membuat kecewa lagi, Rupeer mudah mendapatkan aku dan ia mampu membeli
makanan sehat agar otaknya tidak mudah sakit, membeli baju karya anak negeri
agar ia belajar mencintai produk-produk negeri ini,
Rupeer bersabarlah aku mendoakanmu
agar kehidupanmu makmur dan sejahtera bersamaku, aku mencintai Rupeer seperti
Rupeer mencintai Rupiah. Semoga harapan kita bersama mampu tercapai direzim
yang baru.
Sudahlah aku ingin mengobati mataku
dahulu, yang memar dan biru karena keok bertarung dengan Dolar. Aku butuh waktu
istirahat dan menenangkan sejenak segala kerisauan hatiku, dan mencoba membuka
semangat, harapan dan mimpi baru.
Jangan lupa istirahat juga Rupeer,
semoga semuanya baik-baik saja, tenangkan juga otakmu, biarkan semua berlalu
terlebih dahulu, agar kehidupan baru bisa melukis bahagia masuk dalam
kehidupanmu.
No comments:
Post a Comment