Thursday, 8 November 2018

Cinta Rupiah

Cinta Rupiah : Tragedi Rupiah Keok 1998
Created by Hennypyk

Apa kabar dunia ??, Khususnya Indonesia ?, masih ingatkah kalian denganku ?, yahh…, aku adalah Rupiah mata uang negara Indonesia, sebagai mata aku hanya bisa memandang dan dipandang, saat tragedi 1998 aku memandang miris dan teriris-iris melihat pendukungku yang porak porandai dinegeri ini, sampai bersimbah luka dan darah.
Mereka menuntut pemerintah agar aku bisa menang melawan Dolar Amerika, setidaknya tidak jatuh merosot terhadapnya. Aku selalu babak belur melawan Dolar yang sangat kuat itu, ia begitu kokoh dan sistematis. Rasanya aku putus asa dipandang seperti ini.
Teruntuk pendukungku, benarkah kau setia hanya mendukungku ?, tapi entahlah aku sangat ragu akan hal itu, kau bilang kau mencintaiku tetapi kau simpan dolar di sakumu, kau bilang aku harus berjuang melawan musuhku tapi kau biarkan transaksi Dolar dihidupmu.
Kau buat riuh dan gaduh negeriku wahai Rupeer, yah Rupeer adalah sebutan untuk nama fans garis kerasku. Saat itu aku melihat dengan pasti kau itu seperti udang dibalik batu, Rupper melakukan aksi demontrasi hanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi, kriminalitas seperti legal dibumi ini, penjarahan ditokoh-tokoh seolah kau bilang bentuk kekecewaanmu terhadap pemimpin negeri yang tak mampu mengatasi masalah ekonomi dan hilangnya wibawaku sebagai mata uangmu yang tak punya mata hati.
Jika kau memandangku sebagai mata uang dinegeri permai ini, bisahkah kau memahami posisiku ?, aku tak ingin mengecewakan Rupeer, tetapi sadarilah aku hanya sebuah mata yang juga memiliki hati, andai aku punya kaki mungkin aku akan mendekatimu tanpa kau harus mencari-cari aku, andai aku punya mulut aku akan bicara kepadamu apa keluh kesahku sebagai mata uangmu.
Rupeer sejati yang setia padaku, tanpa aku memiliki kaki dan mulut pasti ia tahu kesukaranku menjadi mata uang negeri ini. Aku sudah teramat paham atas semua yang terjadi, otak Rupeer terkadang sakit dan tak mampu membeli obat karena aku yang sukar ia dapat. Ia seolah kebingungan mencariku yang terlipat-lipat lusuh dikalangan rendahan dan tersimpan mewah dikalangan keparat.
            Sampai kapan aku hanya bisa mengeluh ?, aku lelah Rupeer, akhirnya Aparat dinegeri ini mundur dari kursinya, Rupeer melengserkan jabatannya yang telah lama, berpuluh-puluh tahun lamanya.
            Aku hanya berharap kursi itu digantika dengan Aparat yang mampu mengembalikan wibawaku terhadap Rupeer, hingga aku tak membuat kecewa lagi, Rupeer mudah mendapatkan aku dan ia mampu membeli makanan sehat agar otaknya tidak mudah sakit, membeli baju karya anak negeri agar ia belajar mencintai produk-produk negeri ini,
            Rupeer bersabarlah aku mendoakanmu agar kehidupanmu makmur dan sejahtera bersamaku, aku mencintai Rupeer seperti Rupeer mencintai Rupiah. Semoga harapan kita bersama mampu tercapai direzim yang baru.
            Sudahlah aku ingin mengobati mataku dahulu, yang memar dan biru karena keok bertarung dengan Dolar. Aku butuh waktu istirahat dan menenangkan sejenak segala kerisauan hatiku, dan mencoba membuka semangat, harapan dan mimpi baru.
            Jangan lupa istirahat juga Rupeer, semoga semuanya baik-baik saja, tenangkan juga otakmu, biarkan semua berlalu terlebih dahulu, agar kehidupan baru bisa melukis bahagia masuk dalam kehidupanmu.

No comments:

Post a Comment