Makalah
Mata Kuliah ISBD
Manusia Terhadap
Sains Teknologi dan Seni
Dosen
Pembimbing :
Rolasmi Adhitya
Disusun
Oleh :
Henny
Pratiwi (09011281520129)
MAHASISWA SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
Bissmillahirahmanirahim.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Rasa puji dan
syukur patut saya haturkan kehadirat ALLAH S.W.T yang telah meridhoi dan memberi
nikmat kemudahan kepada saya dalam menyusun dan menulis makalah mata kuliah Ilmu
Sosial Budaya Dasar(ISBD) yang berjudul Manusia Sains Teknologi dan Seni. Hal
yang paling mendasar yang mendorong saya menyusun makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar, agar bisa mencapai
nilai yang memenuhi syarat perkuliahan serta dapat memetik hikma dari makalah
yang sederhana ini.
Pada kesempatan
ini pribadi saya mengucapkan terimakasih kepada Pembimbing dosen dan semua
pihak yang terlibat dalam proses pembuatan makalah ini, sehingga makalah ini
dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat pada waktu pengumpulan. Dan saya
selaku penulis makalah ini sangat menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari
kata sempurna karena itu atas kekurangan dalam makalah ini pribadi saya juga memohon
maaf kepada pembaca makalah ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Indralaya, 21 Juni 2016
Henny Pratiwi
DAFTAR ISI
SAMPUL MAKALAH …………………………………………………………. i
KATA PENGATAR …………………………………………………………..... ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………......... iii
BAB 1
PENDAHULUAN :
1.1 LATAR
BELAKANG ………………………………………………….. 1
1.2 RUMUSAN
MASALAH ……………………………………………..... 1
1.3 TUJUAN
MASALAH …………………………………………….......... 2
BAB II
PEMBAHASAN :
2.1 PENGERTIAN MANUSIA,SAINS,TEKNOLOGI DAN
SENI DAN HUBUNGAN DARI KATA
TERSEBUT ……................... 2
2.2 CONTOH PERANAN MANUSIA TERHADAP SAINS
TEKNOLOGI DAN SENI …………………………………................... 4
BAB III
PENUTUP :
3.1 KESIMPULAN
……………………………………................................ 6
3.2 KRITIK dan SARAN
…………………………………........................... 6
DAFTAR PUSTAKA
…………………………………….................................. 7
I.
BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sains teknologi dan seni termasuk beberapa bidang yang ada dalam
aspek kehidupan yaitu teknologi dan kebudayaan, keduanya dapat menciptakan
karya yang mampu membuat peradaban baik saat berjalan tersendiri sesuai jalur bidangnya
maupun kolaborasi secara statis maupun dinamis.
Dalam kehidupan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari ilmu
pengetahuan dan teknologi. Semua orang dapat merasakan begitu banyak kemudahan
yang dapat dinikmati akibat perkembangan teknologi. Orang dapat melakukan
perjalanan jauh dalam waktu singkat dengan alat transportasi seperti pesawat
terbang. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan orang lain yang berada di
kota atau negara lain dengan menggunakan telepon. Manusia juga dapat
mengerjakan sesuatu dengan ringan karena ditemukannya berbagai macam mesin yang
meringankan pekerjaan manusia.
Adapun seni atau lebih khusus meninjau tentang seni rupa modern,
umumnya hanya dinilai sebagai praksis filosofis yang justru identik dengan
berbagai ketidakpastian, penafsiran personal dan subjekivitas. Pertentangan
bipolar itu juga terkait dengan pandangan khalayak dimana satu sisi memahami
teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern
secara kongkret, sehingga berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di sisi
lain, melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin, intuisi, dunia
pra-reflektif manusia dan khasanah rasa yang tak terjamah.
Dibalik dua sisi gambar koin yang berbeda itu dapat dianalogikan
terhadap teknologi dan seni. Namun sperti makhluk terlahir kembar dapat juga menganalogikan terhadap sains teknologi dan seni karena
keduanya mempunyai kesamaan yang identik
yaitu tuntutan kreativitas dan inovitas sehingga dapat melahirkan karya yang
mampu atau berperan dalam bidang aspek kehidupan lainya seperti hukum, politik,
agama, ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Dari peranannya yang sangat istimewa sains teknologi dan seni
mempunyai dampak baik negative dan positif tergantung kedua hal itu berada
ditangan oknum yang tidak bertanggung jawab atau oknum yang bijak.
Dan jika berbicara kedua hal topik diatas kita akan berbicara
tentang sebuah pembaharuan yang cenderung
menjadi polemik karena dinilai tidak sejalan dengan fitrahnya lagi dalam
makalah ini juga saya akan menjabarkan bagaimana perkembangan manusia sains
teknologi dan seni dimasa depan dengan menjadikan kedua hal tersebut sabagai media dakwah islam.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Apakah pengertian
manusia, sains, teknologi dan seni serta hubungan dari semua kata itu ?
1.2.2
Contoh peranan dari
manusia terhadap sains teknologi dan seni ?
1.3 Tujuan Masalah
1.3.1
Mengetahui
makna sains, teknologi dan seni bagi kehidupan manusia.
1.3.2
Mengetahui
peran sains, teknologi, dan seni bagi kehidupan manusia.
1.3.3
Mengaplikasikan
sains teknologi dan seni sebagai perwujudan pencapain manusia terhadap diri dan
lingkungan.
II.
BAB PEMBAHASAN
2.1 Pengertian manusia, sains, teknologi dan seni serta
hubungan dari semua kata itu.
2.1.1
Manusia
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling
sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling
sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia
mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan
untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat
untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya
sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.[1]
Dapat kita analisa bahwasyanya manusia adalah makhluk
tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal dan nafsu.
2.1.2
Sains
Menurut P. Medawar sains dalam istilah
Inggris berarti science, berasal dari bahasa Latin
yaitu scientia yang berarti ilmu pengetahuan. Pengertian pengetahuan adalah
sebagai istilah filsafat yang tidak sederhana dan mudah dipahami secara umum
karena memilikibermacam-macam pandangan serta teori yang melingkupi makna
pengetahuan tersebut. Diantaranya pandangan Aristoteles yang berpandangan bahwa pengetahuan merupakan sesuatu yang
dapat ditangkap melalui indera. Sedangkan menurut Bacon danDavid Home, pengetahuan diartikan sebagai
pengalaman indera dan batin. Tetapi tidak semua ilmu boleh dikatakan sains.
Ilmu pengetahuan (sains) yang sesungguhnya adalah ilmu yang dapat diuji
kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu
berdasarkan kebenaran atau kenyataan yang ada, sehingga pengetahuan yang
dipedomani tersebut bisa dipercayai melalui percobaan secara teori.[1]
Dapat kita simpulkan bahwasanya sains adalah pengetahuan yang
sistematis dan terdiri dari konsep dan teori yang dapat dibuktikan
kebenarannya.
2.1.3
Teknologi
Teknologi berasal dari kata techne dan
logia, kata Yunani Kuno techne berarti
seni kerajinan. Dari kata techne, kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang memiliki
keahlian tertentu. Dengan perkembangan keterampilan tersebut menjadi semakin
tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti. Sehingga
keterampilan tersebut menjadi teknik. Diungkapkan Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul The Technological Society tidak mengatakan teknologi tetapi
teknik, meski arti dan maksudnya sama. Teknologi memperlihatkan fenomena dalam
masyarakat sebagai hal inpersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang
kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Batasan ini bukan dalam bentuk
teoritis, melainkan perolehan
aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia
modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode, dan cara
untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.[1]
Teknologi adalah ilmu yang bertujuan
untuk memudahkan kehidupan manusia secara efisien dan efektif yang terkemas
secara teknis.
Sains teknologi adalah ilmu pengetahuan
yang bertujuan untuk memajukan kehidupan manusia melalui proses konsep dan
teoritis serta teknik dan penerapan.
Manusia terhadap sains teknologi adalah
sebuah proses menuju peradaban dimana akan ada paradigma yang akan berbeda
disetiap zaman dan akan membentuk dinamika kehidupan yang lebih komplek antara
zaman dulu dan sekarang sehingga menuntut manusia untuk menggunakan segala
potensi dirinya sehingga permasalahan yang ada dalam kehidupan manusia bisa
diatasi. Dan pada era globalisasi ini teknologi telah menjadi kebudayaan untuk
melalukan segala aktivitas yang sering disebut dengan Technologi of thinks atau
bahkan everythings of technologi dimana teknologi tidak lagi menjadi kebudayaan
tetapi kebutuhan primer bagi setiap individu.
2.1.4 seni.
Menurut Janet Woll seni adalah produk
sosial. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat
karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seni
dapat berupa seni rupa, seni musik dll. Menurut bahasa ”seni” berarti indah, tetapi
menurut istilah ”seni” merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa
keindahan, pemikiran, kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang untuk
menghasilkan suatu aktiviti.
Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah
hasil dari ide-ide para seniman yang berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan,
pendidikan dan inspirasi serta tenaga seniman itu sendiri. Karya seni dapat
dituangkan dalam bentuk garis, warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa
bentuk yang bersifat kreatif dan imajinatif dari suatu kemahiran.
Seni juga merupakan segi batin masyarakat yang juga berfungsi
sebagai jembatan penghubung antar kebudayaan yang beraneka ragam. Karya seni
selalu bersifat sosial karena kehadirannya menggambarkan masyarakat yang
berjiwa kreatif, dinamis dan agung. Memahami seni suatu masyarakat berarti
memahami aktivitas penting masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling
dalam dan kreatif.. [1]
Seni
adalah keindahan dimana dapat menjadi potensi diri bagi individu yang dimana
potensi ini berkebalikan dengan potensi diri pada sains. Dan manusia mempunyai
otak kiri sebagai pusat potensi diri dalam sains dan otak kanan sebagai pusat
potensi diri dalam seni. Untuk itu kedua hal ini haruslah seimbang dan
beriringan agar manusia bisa mengoptimalkan kemanfaatan bagi diri dan
lingkungannya.
Manusia
terhadap seni adalah manusia pada fitrahnya menyukai keindahan, sehingga
keindahan menjadi peaplikasian dalam kehidupan seharinya yang mempengaruhi
terhadap diri dan lingkungannya. Seperti cara berbicara(seni bicara),
berpakaian dan tingkah laku yang setiap individu mempunyai ciri khas
peaplikasian seni yang berbeda-beda.
Hubungan
antara manusia terhadap sains teknologi dan manusia terhadap seni adalah dimana
manusia bisa mengoptimalkan kedua potensi diri mereka sehingga menciptakan
keseimbangan dalam kehidupan serta yang pasti untuk memajukan peradaban
manusianya itu sendiri sehingga menjadi sumber daya manusia yang cerdas dan
berkarakter. Manusia- manusia inilah yang nantinya menjadi aktivis dalam
peradaban yang Berjaya dimasanya ataupun selamanya.
2.2 Contoh peranan manusia terhadap sains teknologi dan seni
Dalam hal ini saya
akan menjelaskan contoh peranan manusia terhadap sains teknologi dan
seni kedalam enam bidang aspek dalam kehidupan manusia yaitu :
2.2.1
Dalam bidang agama
Contoh
dalam sains teknologi adalah aplikasi smartphone seperti arah kiblat,Al-quran
elektronik dan pengingat waktu sholat.
Contoh dalam seni adalah khat
khaligrafi
2.2.2
Dalam bidang ekonomi
Contoh dalam sains teknologi adalah
peralatan transaksi bank satelit BRI,internet banking, aplikasi bank dll
Contoh dalam seni adalah seni
kerajinan tangan yang bisa dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan
2.2.3
Dalam bidang politik
Contoh dalam sains teknologi adalah
nuklir yang dibuat oleh rusia terhdap perang dingin antara amerika dan rusia
untuk merebutkan gelar Negara adikuasa.
Contoh dalam seni dalam seni
retorika berbicara oleh ir.soekarno
PIDATO PROKLAMASI
Saudara-saudara sekalian!
Saudara-saudara sekalian!
Saja telah minta saudara-saudara hadlir disini untuk menjaksikan
satu peristiwa maha penting dalam sedjarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk
kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah bertus-ratus tahun!
Gelombangnja aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada
naiknja dan turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju kearah tjita-tjita.
Djuga didalam djaman Djepang, usaha kita untuk mentjapai
kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Didalam djaman Djepang ini,
tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnja,
tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan
sendiri.
Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib-bangsa
dan nasib-tanah-air didalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa jang berani mengambil
nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnja.
Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarat dengan
pemuka-pemuka rakjat indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusjawaratan itu
seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menjatakan
kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu.
Dengarkanlah Proklamasi kami :
Dengarkanlah Proklamasi kami :
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia
dengan ini menjatakan
Kemerdekaan Indonesia
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Kemerdekaan Indonesia
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 Agustus
1945
Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta
Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta
Demianlah
saudara-saudara !
Kita Sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi jang mengikat tanah-air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menjusun Negara kita ! Negara Merdeka,
Negara Republik Indonesia, merdeka kekal dan abadi.
Insja Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu. [2]
Kita Sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi jang mengikat tanah-air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menjusun Negara kita ! Negara Merdeka,
Negara Republik Indonesia, merdeka kekal dan abadi.
Insja Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu. [2]
2.2.4
Dalam bidang pendidikan
Contoh dalam sains teknologi adalah
e-learning unsri prasarana proses belajar dan mengajar seperti : proyektor dan
computer dll
Contoh dalam seni adalah design
menulis dan gambar dan lukis
2.2.5
Dalam bidang kesehatan
Contoh dalam sains teknologi adalah
peralatan medis seperti usg, tabung oksigen dll.
Contoh dalam seni adalah mampu
mengubah barang bekas menjadi baru atau layak menjadi seni yang dapat dinikmati
keidahannya kerajinan daur ulang menjadikan lingkungan lebih sehat.
2.2.6
Dalam bidang Hiburan
Contoh dalam sains teknologi adalah sound system
alat-alat entertainment, kamera dll.
Contoh dalam seni adalah music,tari,drama
teaterikal,puisi,lukisan dll
III.
BAB PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bahwasanya manusia
terhadap sains teknologi dan seni mampu menjadikan manusia yang cerdas dan
berkarakter sehingga mampu menjadi ujung tombak pergerakan dalam peradaban
kehidupan manusia.
3.2 kritik dan saran
Saya
sangat mengkritisi oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyalah gunaan
sains teknologi dan seni karena dapat berdampak pada penyalahan terhadap
fitrahnya manusia yang pastinya setiap individu mempunyai rasa kemanusian.
Dan dari
makalaha ini saya sangat berharap agar manusia-manusia Indonesia mampu menjadi
manusia yang cerdas dan berkarakter sehingga nantinya dapat menjadikan bangsa
insonesia sebagai mana tujuan bangsa ini dibentuk.
“melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social” (kutipan pembukaan
uud 1945) [3]
DAFTAR PUSTAKA
[2] http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1590/pidato-bung-karno-menjelang-kemerdekaan-indonesia
No comments:
Post a Comment